28 Oktober 2008

Perjalanan Pulang dari Ibukota

Sebenarnya cerita ini kejadian pada tanggal 5 Oktober 2008 lalu. Saat itu, aku berangkat dari rumah saudaraku pada pukul 11.00 dengan menumpang sebuah bus untuk menuju ke Stasiun Pasar Senen. Sesampainya di stasiun itu, aku langsung menuju ke loket untuk membeli sebuah tiket KA Kertajaya tujuan Surabaya Pasar Turi. Setelah tiket kudapatkan, aku langsung menuju ke dalam kereta yang sudah tiba di Pasar Senen sejak pukul 09.30. Perkiraanku kereta bakalan sepi. Setelah kumasuki pintu gerbong, aku langsung mencari tempat duduk kosong. Kuberjalan menyusuri dari gerbong satu ke gerbong lain hanya untuk mendapatkan sebuah tempat duduk. Akan tetapi, semua tempat duduk di dalam kereta sudah penuh oleh para penumpang. Aku pun terpaksa berdiri di pintu kereta karena kehabisan tempat duduk. Menjelang keberangkatan KA Kertajaya, suasana mulai bertambah sesak. Aku pun hampir tidak dapat bernafas dibuatnya. Tetapi untungnya, kaca pada pintu kereta sudah tidak ada lagi sehingga aku langsung menghadap keluar untuk mengambil nafas.

Pukul 16.15, kereta pun berangkat. Di sepanjang perjalanan, kutemui banyaknya penumpang yang tidak dapat terangkut oleh kereta yang sudah penuh sesak sejak dari Jakarta. Suasana semakin tidak enak ketika para pedagang asongan silih berganti menjual dagangannya di dalam kereta. Sesampainya di Stasiun Semarang_Poncol, aku dan penumpang lainnya turun hanya untuk buang hajat yang tertahankan selama perjalanan kereta akibat penuhnya toilet-toilet di dalam gerbong. Setelah selesai melakukan ritual kecil itu, aku langsung kembali ke dalam kereta. Setelah berhenti cukup lama di Poncol, kereta akhirnya diberangkatkan oleh petugas. Kereta sampai di Surabaya tepat pada pukul 09.00. Itulah perjalanan pulangku yang sangat panjang, melelahkan, dan menjengkelkan. Tetapi, semuanya dapat kuhadapi sebagai cobaan dari Yang Maha Kuasa.

Tidak ada komentar:

Blogger Indonesia