08 Agustus 2007

McLaren Demam

LONDON - Panas, dingin, panas lagi. Kondisi itulah yang tengah terjadi dalam tubuh McLaren-Mercedes. Sinyal cooling down dari Bos McLaren, Ron Dennis, buntut insiden di Grand Prix Hungaria, belum meredakan konflik timnya. Kursi dua pembalap McLaren, Fernando Alonso dan Lewis Hamilton, kini justru digoyang.

Dari sekadar spekulasi, kabar yang menyatakan bahwa Alonso bakal mundur dari tim di penghujung musim 2007 makin mengarah pada kenyataan. Kemarin, berita itu sudah menjadi bahan omongan utama di markas McLaren di Inggris. Seperti yang dirilis harian The Times, Dennis tak punya alasan lagi menahan Alonso jika juara dunia dua kali itu sudah tak betah di McLaren.

Artinya, meski Alonso masih punya ikatan kontrak dua tahun lagi bersama McLaren, pembalap Spanyol itu telah mengantogi izin cabut. Alonso rupanya masih belum menerima keputusan dirinya harus menerima hukuman mundur lima posisi start di GP Hungaria. Dia seolah merasa jadi kambing hitam.

"Dari pengamatan saya, Ron (Dennis, Red) menginginkan keduanya (Fernando Alonso dan Lewis Hamilton, Red) harus dipisah. Dan, Fernando menyatakan bahwa dirinya yang harus pergi karena tim merasa tidak puas dengan kinerjanya musim ini," papar sebuah sumber McLaren yang dekat dengan Alonso kepada AFP.

Jika harus pindah, sudah ada dua tim yang dihubung-hubungkan dengan Alonso. Yakni Renault, tim yang membantunya menjadi juara dunia 2005 dan 2006. Harian olahraga Spanyol, Marca, menulis bahwa Alonso telah meminta saran kepada mantan mentornya sekaligus bos Renault, Flavio Briatore, bagaimana seandainya dia harus memutus ikatan kontraknya di McLaren.

Satu lagi adalah BMW-Sauber. Dari dua kursi pembalap 2008, tim asal Jerman itu baru memastikan nama Robert Kubica. Sementara Nick Heidfeld masih belum pasti.

Jika Alonso cabut, McLaren mungkin masih lega karena memiliki Hamilton. Tapi, bagaimana jika Hamilton juga ikut-ikutan hengkang. Kendati rookie asal Inggris itu termasuk anak kesayangan di McLaren, ada hal yang bisa menggoyahkan pemikirannya.

Apa itu? Tak lain tawaran Ferrari kepada Hamilton agar meninggalkan timnya akhir musim ini. Sebagaimana yang dilansir Tuttosport, nilainya luar biasa, yakni 20 juta pounds (sekitar Rp 350 miliar) per tahun. Itu berarti 20 kali lipat dari apa yang diterima Hamilton di McLaren tahun ini.

Jean Todt, bos Ferarri, kabarnya menaruh hati atas penampilan gemilang Hamilton musim ini. Pemuda 22 tahun asal Hertfordshire, London, itu dianggap pantas menjadi penerus juara dunia lima kali Ferrari, Michael Schumacher. Todt bahkan menyebut Hamilton di masa mendatang akan berada dalam level di atas dua pembalap timnya saat ini, Kimi Raikkonen dan Felipe Massa.

Jika Hamilton bisa digaet, sepertinya Massa yang harus dikorbankan. Itu karena Raikkonen masih memiliki kerjasama tiga tahun ke depan bersama Kuda Jingkrak, sedangkan Massa kontraknya habis akhir 2008. Bagaimana kelanjutannya? Menarik untuk kita tunggu.

(dikutip dari jawapos.com)

Tidak ada komentar:

Blogger Indonesia